HOLD THE DREAMS DOLPHINO
When you're lost and lonely
And you feel you can't go on
In the blink of any eye, you could throw it all away
You can turn your world around
Show them all what you can do
Just believe, and trust your heart to see you through
A dream so real, you can feel it in the palm of your hand
So hang onto tomorrow
And never look back again
Hold the dream
Don't ever let it go
Hold the dream
Don't ever let it get you down
When they turn their back on you
Just do what feels right for you
You can find what you're looking for
Don't get lost along the way
Always be strong. Your heart can't be wrong
Don't give up and your dreams will come true
A dream so real
You can feel it in the palm of your hand
So hang onto tomorrow
And never look back again
Pertama kali aku kenal seolah aku menemukan sebutir kerikil hitam, polos, biasa, dan tak ada istimewanya sama sekali. Sampai-sampai aku tidak begitu peduli. Entah kenapa kemudian aku begitu tertarik dengan kerikil itu, lalu ku ambil dan kusimpan. berbulan-bulan aku pandangi, aku rasakan kasar-kasar pinggir bagian kerikil itu. Aku coba lempar-lemparkan kerikil itu, tetapi ia tetap utuh. Lalu ku coba pandangi setiap corak sisi bagiannya. "Ow inikah ukiran tangan Tuhan? Indah sekali" kataku.. Sekejap kerikil polos tak berharga itu seolah menjadi berlian bagiku. Berlian yang ku lihat dari jauh begitu kusam, namun indah setelah kulihat dari dekat. Ukiran kerikil yang belum pernah aku temui sebelumnya. Sederhana tapi mempesona. Biasa tapi begitu berharga. Lalu, semakin hari aku semakin ingin memiliki kerikil itu, namun mustahil bagiku. kerikil itu terlalu berharga, terlalu istimewa buatku. Banyak pula yang menginginkan kerikil itu karna keindahan setiap sisinya. Bahkan kerikil itu jauh lebih berharga daripada hidupku. Jauh lebih berharga dari apa yang ada pada diriku. Aku sadar, aku bukan siapa-siapa, aku tau bahwa aku tidak pantas untuk itu. Banyak yang lebih pantas memiliki kerikil itu.
Aku senang, aku bahagia walaupun hanya sebatas melihat & memegangnya walaupun hanya sebentar saja. memang, aku tidak bisa melakukan apa-apa, hanya hal buruk, hanya hal bodoh yang bisa aku lakukan.
Aku tau, Tuhan masih memberikan banyak waktu untukku, namun aku sadar diri, tetap tak mungkin aku memiliki kerikil itu. Ia terlalu berharga untuk seorang yang rendah sepertiku. Dari sini aku hanya bisa berdoa untuk kerikil itu, supaya ia jangan di injak, di lempar, di antukkan, & di pukul. Bahkan aku tak ingin ia tergores meski hanya sedikit saja, aku tak ingin ukirannya rusak. Aku percaya, Tuhan tempatkan kerikil berharga itu di tempat yang semestinya.
Ya,, apapun untuknya, apapun untuk kerikil itu, akan aku lakukan. Akan aku pakai waktuku ini untuk memberikan apa yang bisa aku berikan.
Terimakasih Tuhan, aku begitu bahagia mengenalnya. Aku merasa sangat-sangat beruntung bisa bertemu dengannya. melalui dia Engkau ubah cara hidupku, melalui dia Engkau ubah sifat dan tingkah lakuku. Trimakasih untuk perasaan ini. Akan ku simpan untuknya.






